Kunjungan Prof. Anil Kumar
Merupakan suatu keberuntungan hari ini SSG Denpasar mendapat kunjungan dari Prof Anil Kumar. Kita ketahui Prof Anil Kumar adalah penerjemah Swami (dari bahasa Telugu ke Bahasa Inggris) dan dekat dengan Sathya Sai Baba selama 40 tahun. Kunjungan kali ini ke Bali merupakan kunjungan yang ke dua.
Acara Bhajan dimajukan dan dimulai pukul 6:30, walaupun hujan deras tidak menyurutkan para devotee datang Bhajan sehingga menuhi altar utama.
Berikut pesan pesan yang Beliau sampaikan pada Devotee Bali :
- Sathya Sai Baba tidak hanya berada di Prasanthi Nilayam-Puttaparthi tetapi beliau hadir disini sekarang ini, Beliau ada selalu disampingmu membimbingmu setiap saat dan jangan meragukan kebenaran hal ini. Beliau tidak akan pernah meninggalkanmu. Manfaatkanlah kehadiran Beliau disisi kita.
- Ingatlah kita mengenal Beliau dan bisa datang kesini bukan karena usaha kita tetapi karena Baba telah memilih kita untuk menjadi Devoteenya. Ini adalah nilai plus yang kita miliki jadi lakukanlah pesan dan perintah perintah Baba demi kebaikan kita sendiri. Beliau memberikan suatu jaminan spiritual maupun duniawi bagi Devoteenya. Beliau akan melindungi Bhaktanya dimanapun berada ada banyak bukti terhadap hal ini contohnya dibeberapa negara terjadi bencana alam seperti tzunami, gempa dll tetapi semua Devotee Beliau selamat, seperti seorang Ibu yang melindungi anak anaknya. Mungkin seorang Ibu sesekali akan menjewer anaknya jika nakal namun sebagai seorang anak tidak mungkin kita meninggalkan Ibu kita sendiri, juga Ibu kita sendiri tidak mungkin mentelantarkan anaknya sendiri. Karena kasihnya, seorang Ibu sering mengambil pekerjaan untuk meringankan beban anaknya. Begitupula Sathya Sai Baba, Beliau bagiakan seribu Ibu bagi kita Devoteenya.
Ya.. kita semua hidup didunia ini mempunyai masalah, masalah kita sangat banyak dan datang silih berganti, tetapi yakinlah sebenarnya Beliau sudah mengambil banyak masalah kita tanpa kita sadari. Hanya sebagian kecil masalah yang kita alami dan sebagaian besarnya Beliau yang mengambil alih. Inillah kasih sayang seorang Ibu. Tanpa campur tangan Beliau hidup kita penuh dengan depresi. - Beliau tidak mengajarkan tentang agama baru dan tidak mencampuri urusan agama. Beliau ingin agar kita menjadi lebih baik terhadap agama yang dianutnya. Contohnya mereka mereka yang datang ke Puttaparthi adalah mewakili semua agama yang ada didunia. Mungkin mereka berkonflik antar agama atau antar negara tetapi ketika berkumpul di Puttaparthi mereka menjadi saudara. Inilah kekuatan kasih.
- Tujuan untuk sembahnyang adalah direct ke Tuhan namun kenyataannya Ritual atau sembahyang rutin temple atau tempat suci lsinnya tidak ada artinya dibanding dengan pelayanan tanpa pamrih (seva). Seseorang mungkin rajin sembahyang ketempat sembahyangnya namun ini sering menimbulkan ego spiritual, terkadang ini hasilnya tidak direct langsung ke Tuhan. Pelayanan tanpa pamrih (Seva) hasilnya direct ke Tuhan karena yang kita layani adalah Tuhan sendiri yang berada pada orang yang kita bantu.
- Be Simple – Kurangi keinginan kita. Semakin banyak keinginan kita akan semakin menderita. Memang tidak salah jika kita punya keinginan tetapi jika keinginan kitaberlebihanmaka akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Jika tidak di kontrol keinginan yang satu pasti memicu keinginan yang lain. Maka ” Ceiling on desire“ atau pembatasan keinginan sangat perlu sekali. Ilustrasinya adalah hidup ini adalah pengembaraan yang singkat jadi kita tidak perlu mati matian mengejar hal duniawi, dalam perjalanan pengembaraan ini semakin banyak barang bawaan yang kita bawa maka hidup kita akan semakin menderita, semakin sedikit barang bawaan akan semakin enteng perjalanan.
Puaslah dan bersyukurlah pada apa yang kita miliki. Jangan membanding banding diri, jika membanding bandingkan diri maka akan muncul negatifitas dalam diri yaitu ego dan rendah diri, ketika melihat yang lebih rendah dari kita maka kita akan menjadi sombong/ego dan ketika melihat yang lebih tinggi dari kita maka akan menjadi rendah diri sedangkan diluar sana ada banyak mereka yang lebih tinggi dan lebih rendah dari kita sehingga membuat emosi kita menjadi labil, naik turun. Dengan sifat negatifitas ini kita terus dipacu seolah olah kita harus lebih tinggi dari orang lain (karena ego kita) ini yang membuat hidup kita gelisah dan menderita. Jangan pernah membanding bandingkan diri, setiap pribadi adalah unik dan khas, setiap pribadi punya karma masing masing dan bersyukurlah pada diri kita. - Bersykurlah di Bali sudah Sekolah Sathya Sai ini adalah anugrah yang kita miliki di Bali. Institusi ini kedepannya adalah sebagai pelopor dalam pembinaan karakter anak. Institusi ini juga diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu.
- Punyailah Keyakinan, keyakinan adalah hidup itu sendiri. Ketika kita bercukur kita menyerahkan sepenuhnya rambut kita kepada tukang cukur, ketika kita naik pesawat kita hanya duduk saja dipesawat dan kita meyakini semuanya berjalan baik (menyerahkan semuanya pada pilot) dll. Begitu juga dalah hidup ini, kita harus punya keyakinan seperti itu ke Sathya Sai
- Ada banyak rumor negatif bahwa Swami menyimpan banyak harta kekayaan. Tidak sama sekali !. Beliau tidak pernah memegang uang, semua harta kekayaan dan uang dikelola oleh yayasan, Beliau terbebas dari urusan duniawi. Suatu ketika Beliau berbicara kepada Prof Anil bahwa banyak sekali orang yang menyumbangkan uang ratusan juta atau lebih ke Beliau, mereka yang menyumbang uang akan mendapatkan pahalanya namun engkau (Prof Anil) walaupun tidak menyumbang uang namun Engkau jauh lebih mulia/berharga karena engkau menyerahkan hidupmu kepadaKU.