Perayaan Guru Purnima
Tuhan adalah Gurumu
Hari ini kita merayakan Guru Purnima. Purnima berarti hari terang bulan. Lalu, siapakah guru (spiritual) itu? Guru-guru (spiritual) modern membisikkan mantra di telinga lalu mengulurkan tangannya minta uang.
Orang semacam itu tidak layak disebut guru ( spiritual ).Gukaaro gunaatiitah. Rukaaro ruupavarjitah.
Arti secara harfiah, ‘Dalam kata guru “gu” berarti “tidak bersifat” dan ru berarti “tidak berwujud”’.
Arti secara keseluruhan, ‘Ia yang tidak bersifat dan tidak berwujud ( yaitu Tuhan ) adalah guru sejati’.
Guru ( spiritual ) perlu untuk membuat engkau memahami Tuhan yang tidak berwujud dan tidak bersifat. Karena sulit mendapatkan guru semacam itu, anggaplah Tuhan sebagai gurumu.“Gurur Brahmaa Gurur Vishnuh Gurur Deevoo Maheeshwarah; Guruh saakshaat para Brahma Tasmai Shrii Guravee namah.”
Arti secara harfiah,
‘Guru adalah Brahma, Guru adalah Wishnu,
Guru adalah Maheeshwara.
Anggaplah Guru sebagai kenyataan Yang Mahatinggi.
Sembah sujud kepada Guru’.Anggaplah guru sebagai segala-galanya bagimu.
Segala sesuatu di dunia ini adalah perwujudan Tuhan. Sarvam khalvidam Brahma ‘sesungguhnya semua ini adalah Brahman ( kesadaran semesta yang mahabesar )’. Semuanya adalah perwujudan Tuhan. Sesungguhnya segala yang kaulihat itu tak lain adalah wujud kosmis Tuhan ( Vishwa Viraat Swaruupa )Wacana Bhagawan pada Perayaan Guru Purnima, 5 Juli, 2001
Guru Purnima tahun ini jatuh pada tanggal 15 Juli 2011. SSG Denpasar melaksanakan akhanda bhajan mulai pukul 6 sore diawali dengan pemujaan Ganesha dan Nagara Sankirthan. Walaupun di Bali hari ini bertepatan dengan Hari Penampahan Kuningan ( sehari sebelum Hari Raya Kuningan) para devotee tetap banyak dan antusias mengikuti acara ini sampai selesai. Para leader pemimpin bhajan kebanyakan dari youth. Karena hari ini bertepatan dengan Hari Purnama juga di laksanakan Upacara Homa Yadnya.
