Dharma Shanti
Dharma Shanti dalam peringatan Hari Raya Nyepi di rayakan hari ini tanggal 4 April 2010 dengan pembicara tunggal Dr. Sarapavawan dari Puttaparthi.
Kegiatan ini di mulai pada pukul 18:30.
Rangkaian acara Dharma Shanti adalah sebagai berikut :
1. Pembukaan Mantra Shanti dan kedamaian
2. Pembacaan Sloka Bhagawat Gita
3. Sambutan Ketua Panitia Dharma Shanti
4. Sambutan Ketua SSG Denpasar
5. Dharma Wacana oleh Dr. Sarapavan
6. Persembahan tarian dari Balvikas
7. Persembahan lagu dati Youth Vikas
8. Prasadham
Beberapa point Dharma Wacana Dr. Sarapavan :
- Swami menyukai kesederhanaan/simple dan menganjurkan hidup dalam kesederhanaan. Kesederhanaan adalah salah satu pondasi dalam menapak jalur spiritual. Note : Semua Guru Guru Agung yang mencapai pencerahan hidup dalam kesederhanaan. Kesederhanaan membuat pikiran tidak terikat/tidak semrawut sehingga pikiran menjadi lebih tenang dan lebih damai. Kebahagiaan adalah Mental/internal itu sendiri bukan pisik atau faktor external .
- Kita harus menyadari tentang jati diri kita “who am I”. Kita sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri sehingga kita dapat mewujudkan kasih itu sendiri. Dengan refleksi kasih yang kita miliki maka kita akan dapat merasakan kebahagian setiap saat.
kasih itu tidak datang dari pikiran namun dari hati. Dari hati yang murni kita akan dapat melihat Tuhan pada setiap orang yang kita temui. Tuhan bersemayam pada setiap orang.
Dengan koneksi yang terus menerus ke Tuhan maka Grace dan Bliss akan terus mengalir dalam diri kita. - Kebahagian duniawi tidak langgeng dan selalu berubah-ubah. Jika kita bergantung akan hal ini maka kita akan seumur hidup akan terus menderita. Selama hidup kita akan seperti YOYO , Tidak ada satu orang pun dalam kehidupan duniawi yang selalu berbahagia selamanya. Kita akan mengalami seperti halnya gelombang naik dan turun. Maka kita tidak boleh mengejar kebahagiaan duniawi. Kejarlah kebahagiaan Tuhan, kebagiaan Internal. Kebahagian internal adalah konstan dan abadi. Kita mendapatkan kebahagian abadi dengan Grace and Bliss dari Tuhan.
- Swami tidak hanya berada di Puttaparthi, Beliau tidak hanya di batasi oleh wujud pisik Beliau..yang hanya duduk dikursi roda..Tidak. Beliau ada dimana mana Beliau ada disemua tempat. Beliau ada disetiap orang yang kita temui. Kita harus yakin akan hal ini, Dr. Sarapavan memastikan jika ada suatu alat yang dapat mengukur energy cosmic Tuhan maka dia memastikan saat ini pula energy ini ada disini dan disetiap orang yang hadir disini. Jadi Tuhan hadir pada pada saat hati kita murni dan munculah kasih Tuhan.
- 10 ribu tahun yang lalu hanya ada satu Tuhan namun sekarang ternyata didunia ini ada 2 Tuhan. Tuhan yang satunya lagi adalah Uang. Swami mengibaratkan Tuhan yang sebenarnya adalah Matahari dan Tuhan yang kedua “Uang” adalah Bulan.
Bulan adalah refleksi sinar dari Matahari, bulan hanya nampak saat kegelapan dan selalu berubah ubah, kadang muncul, kadang tidak, kadang bulannya penuh kadang separuhnya. Artinya Jika kita memuja uang sebagai Tuhan kedua itu artinya kita sedang berada dalam kegelapan dan uang akan selalu berubah ubah.
Tuhan yang sebenarnya akan muncul Saat terang dan sumber dari semua cahaya, Beliau abadi dan tidak berubah-ubah sinar Beliau. - Kasih berasal dari hati bukan dari pikiran. Segala hal yang berhubungan dengan pikiran akan bias dan selalu berubah namun hati tetap murni dan suci. Orang yang mengandalkan pikirannya saja akan selalu hidup dalam penderitaan. Pikiranlah yang menghalang-halangi kasih Tuhan bersinar. Seorang pembunuh dan perampok sekalipun didalam dirinya ada Tuhan, karena pikirannya gelap maka kasih tuhan yang bersemayam didalam hatinya di blok. Jadi untuk kemajuan spiritual kembangkanlah Kasih Tuhan dalam hati kita bukan dari pikiran.
- Kasih adalah hidup dalam memberi, dengan memberi kita akan menjadi semakin besar. Dengan memberi ” Kasih” maka kasih kita akan semakin besar, kekuatan ketuhanan dalan diri kita akan menjadi semakin besar..secara aotomatis kebahagiaan dan kedamaiaan yang akan kita terima akan semakin besar. Sadarilah hukum Aksi Reaksi-Hukum alam. Dengan memberi kasih kita akan menerima kasih itu sendiri. “Love is give and Forgeting”.
- Kita bukan duduk di TK lagi namun sudah di Universitas. Ajaran Swami bukan TK atau SD namun sudah Universitas. Ajaran Swami melampui agama itu sendiri.