Archive for January, 2011

Perayaan Siwaratri

Di Bali Siwaratri dilaksanakan pada hari Catur Dasi Krsna paksa bulan Magha (panglong ping 14 sasih Kapitu). Di Bali, Siwaratri selalu dikaitkan dengan cerita Lubdaka. Konon, pada malam Siwaratri, Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan melakukan yoga. Saat yang bersamaan, dikisahkan seorang pemburu bernama Lubdaka kemalaman di hutan dan akhirnya menginap. Agar tidak dimakan binatang buas, si Lubdaka naik ke pohon. Agar tetap terjaga, sebagai pengusir kantuk, si Lubdaka memetik dan menjatuhkan daun-daun pohon yang dipanjatnya dan kebetulan di bawah pohon tersebut ada sebuah lingga Dewa Siwa, jadi secara tidak langsung Lubdaka melakukan pemujaan kepada Dewa Siwa tepat di saat Beliau beryoga.Berkat pemujaan yang tidak disengaja tersebut Lubdaka ketika meninggal bisa masuk sorga.

Kata Lubdaka sendiri sebenarnya memiliki arti pemburu. Lubdaka ini menyimbolkan manusia yang merupakan seorang pemburu dalam banyak hal, seperti pemburu harta, pemburu ilmu, pemburu wanita, pemburu spiritualitas, dll. Di cerita ini juga Lubdaka dikatakan berburu hanya menggunakan panah yang sesungguhnya memiliki arti Manah (panah–>manah), dimana pikiran merupakan suatu sarana terpenting guna mencapai hal yang diburu. Apa yang diburu? ada 3 hewan yang diburu Lubdaka yang anehnya ketiga hewan tersebut sulit dibunuh dengan panah. Hewan tersebut adalah gajah (Asti), Babi Hutan (Waraha/warak dibaca Uaraha/Uarak) dan Macan (Macan). Apabila kita mengambil hurup depannya saja maka yang diburu sebenarnya adalah A-U-M (OM) yang merupakan lafal suci Ida Sang Hyang Widhi. Lubdaka juga berburu melewati Hutan dan Gunung. Gunung merupakan acala atau linggam yang merupakan simbol Siwa, jadi Lubdaka difilsafatkan seseorang yang ingin ke jalan Tuhan.
Pada malam harinya Lubdaka memanjat pohon Bila. Kata bila ini dapat diartikan sama dengan Wira. Lubdaka ingin mencari suatu kejayaan dan kebenaran abadi. Pohon bila merupakan pohon yang berduri atau medui  yang dapat dihubungkan dengan kata dwi/dua (medui–>dwi). Di dunia ada dua hal yang selalu berdampingan yaitu Rwa-Bhineda. Duri juga melambangkan resiko dan hambatan. Jadi seorang pemburu apabila ingin mencapai kejayaan dan kebenaran abadi maka harus berani mengatasi hambatan yang ada. Cerita terus berlanjut hingga Lubdaka berhasil masuk Swarga Loka karena dosanya diampuni ( sumber : Bapak Suja).

Pada momen Siwaratri ini SSG Denpasar mengadakan kegiatan Abhiseka Ganesha, Abisheka Linggam dan dilanjutkan dengan Bhajan semalam suntuk sampai pukul 6 pagi.

Kunjungan ke Panti Asuhan Destawan,Singaraja

SSG Denpasar (youth vikas) bekerjasama dengan SSG Singaraja (youth vikas) mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Destawan, Desa Sawan Singaraja. Tujuan kunjungan ini adalah memberikan bantuan sembako, menghibur anak anak panti asuhan dan sekaligus merayakan ulang tahun salah satu youth kita saudari Iin di panti asuhan ini.

Desa Sawan terletak 17 km ke arah timur kota Singaraja, merupakan daerah pedesaan yang cukup terpencil.
Disekitar Desa Sawan masih banyak desa lain yang mayoritas penduduknya masih dibawah garis kemiskinan. Kemiskinan secara ekonomi menyebabkan banyak generasi muda yang putus sekolah sehingga beberapa dari mereka ditampung oleh Panti Asuhan menampung anak anak yang putus sekolah dan yatim piatu.

Tanggal 9 Februari 2009 Panti asuhan telah disahkan secara resmi dengan akta No.2 tanggal 9 Februari 2009.

Pada awal tahun ajaran 2009/2010 Panti Asuhan Destawan menampung anak sejumlah :
- SMA : 11 orang
- SMP  : 4 orang
- SD     :  8 orang

Masalah yang dihadapi Panti Asuhan ini adalah :

  1. Masalah Makanan anak-anak
    Karena belum mempunyai donatur tetap persediaan makanan belum terjamin tidak ada kepastian, pada masa kekurangan makan mereka sering mencampur ubi dengan beras untuk makan bahkan pernah karena persediaan beras menipis maka beras dicampur dengan gaplek untuk makan anak anak selama 2 bulan dan lauknya diambil pada alam sekitar Panti Asuhan .
  2. Masalah sarana fisik
    Bangunan rumah tempat tidur tempat anak anak belum selesai atau semi permanen : lantainya masih tanah, pintu dan jendela ditutup dengan seng.
    Bangunan ini belum lawak bagi anak sekolahan
  3. Masalah tempat tidur
    Karena bed/tempat tidur tidak ada maka anak anak tidur hanya beralaskan karpet namun beberapa sudah menggunakan tempat tidur bekas sumbangan dari donatur
  4. Masalah sekolah :
    Panti Asuhan masih berhutang pada semua bersekolah di sekolah anak masing masing berupa : biaya pakaian, buku, uang gedung dan SPP.
  5. Masalah sumber biaya harian
    Masih mencarai donatur dari dermawan untuk sumber biaya harian

Sampai saat ini total jumlah anak yang ditampung di Panti Asuhan Destawan berjumlah 40 orang.

Yang sangat membanggakan adalah walaupaun keadaaan Panti Asuhan Destawan memiliki fasilitas yang tidak memadai dan memprihatinkan anehnya beberapa anak anak mampu meraih prestasi yang membanggakan disekolahnya seperti :

1. Wahyanti :  2 x menjadi juara umum (SMA)
2. Tia Nirmala Sari :  Ranking II di kelas (SMA)
3. Darmawan, ranking III dikelas ( SMA)
4. Guntur, ranking 5 di kelas ( SMP)

Para siswa ini disekolahkan di SMA Wira Bhakti di Desa Sawan, SMPN 1 Sawan, dan SDN 2 Sawan. Selain disekolahkan, siswa ini juga dibekali dengan pendidikan nonformal seperti belajar membuat aneka kerajinan dan beternak.
Uluran para donatur yang tulus sangat diharapkan oleh anak anak panti asuhan ini.

Alamat Panti Asuhan :

Dsn Kanginan, Desa Sawan, Kecamatan Sawan
Kabupaten Buleleng, Singaraja-Bali.

CONTACT PERSON :
- KETUT SUTERISNA, S.Pd  ( 081915685757 )
- PUTU SARJANA   (081999371774 )

Poto lainnya lihat disini

© SSG Denpasar, All Rights Reserved.