Pada hari ini adalah Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Bhagawan Sri Sathya Sai Baba yang ke-85.  Perayaan Hari Ulang Tahun Svami yang ke 85 diyarakan secara meriah diseluruh dunia. Walaupun kita tahu Beliau tidak menginginkan Hari Ulang Tahun Beliau dirayakan seperti  ini, Beliau selalu dalam keadaan Ananandam/Kebahagiaan abadi, bebas dari dualitas.   Svami pernah bersabda “Hari Ulang TahunKu adalah ketika Ketuhanan mekar di hatimu”, namun karena permintaan yang tulus dari devotee-Nya agar Ulang Tahun Beliau dirayakan maka Beliau mengijinkan dan  perayaan ini terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Di Indonesia, peringan hari Ulang Tahun Bhagawan kali ini menggunakan tema, “Transformasi Sai, Memahami Jati Diri, Melayani dan Mengasihi Semua.” Semangat tema ini adalah bagian dari penjabaran tema Konferensi Dunia Sai Organisasi di Puttaparthi.
Tema ini semakin mendekatkan kita kepada realita kehidupan sebenarnya, kepedulian akan kondisi lingkungan yang menuntut kita untuk semakin peduli, untuk berbagi, saling mengasihi dan melayani semuanya.

Perayaan HUT Svami ke 85 di SSG Denpasar dirayakan pada pagi dan malam hari. Pada pagi hari dimulai dengan Suprabhatam pukul 5 pagi dan dilanjutkan dengan Pemujaan Ganesha, pemujaan Siva Linggam , Nagasankeerthan mengelilingi altar utama – SD Sathya Sai dan Bhajan 5 lagu.
Tidak ketinggalan juga pada perayaan kali ini anak anak TK Sai Prema Kumara merayakan Ulang Tahun Svami yang ke 85. Dibingbing oleh Pak Guru Wayan mereka satu persatu mempersembahkan bunga di Kaki Padma Beliau, setelah bhajan mereka dengan gembira menyanyikan lagu “Happy Birthday & Selamat Ulang Tahun” kepada Swami dan kemudian acara terakhir mereka melepaskan burung dan melepaskan balon ke udara.

Kegiatan pada sore hari diawali dengan pedanda puja diiringi gong, chanting Vedic pukul 16.00 wita, kegiatan seremony dilakukan dengan Penyalaan jyotir oleh Drs. I Ketut Wiana, M.Ag (Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat) didampingi  I Gusti Agung Ancak Putra, SH (Ketua Yayasan Sri Sathya Sai Bali), Drs. I Dewa Nyoman Dana (Ketua Sai Studi Group/SSG Denpasar), Nararya Narottama (Ketua Panitia). Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Dirjen Bimas Hindu RI, Kepala Kantor Kementrian Agama Propinsi Bali, Ketua Presedium KMHDI Pusat, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Made Titib, P.hD. PHDI Propinsi Bali, PHDI Kota Denpasar, Penasehat dan pengurus Yayasan Sri Satya Sai Bali, penglingsir Puri Kesiman, para sulinggih dan sejumlah undangan lainnya. Kegiatan ini dihadiri sekitar 5 ribu Sai bhakta seluruh Bali dan pengurus SSG/SDG se-Bali.

Kegiatan dilanjutkan dengan bhajan (kidung suci) bersama dengan menyanyikan delapan lagu pujian. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh I Gusti Agung Ancak Putra (Ketua Yayasan Sri Satya Sai Baba), Drs. I Made Gita (Koordinator Badan Pendiri Yayasan Sri Satya Sai Bali), Drs. I Dewa Nyoman Dana (Ketua SSG Denpasar), Nararya Narotama (Ketua Panitia). Tumpeng dipersembahkan kepada Bhagavan Sri Satya Sai Baba.

Laporan Ketua Panitia, Nararya Narotama (20.05 wita). Sejumlah kegiatan dilakukan menyambut HUT Bhagavan Sri Satya Sai Baba. Setidaknya ada 24 item kegiatan yang dilakukan baik dibidang spiritual, pendidikan dan seva (pelayanan). Pelayanan juga dilakukan terhadap bencana banjir di wasior, tsunami di Mentawai dan meletusnya gunung Merapi dengan mengirimkan tim kemanusiaan dan bantuan dari segenap bhakta.

Sambutan Sai Studi Group Denpasar Drs. I Dewa Nyoman Dana. Berbagai kegiatan merupakan persembahan kepada Sadguru Bhagavan Sri Satya Sai Baba. Ada dua buku yang ditulis yang juga dipersembahkan sebagai kado.

Darma Wacana disampaikan oleh Prof. Dr. I Made Titib, P.hD.  :
Saat ini di puta parthi penuh sesak sampai memenui jalan. Presiden india dan perdana mentri beserta jajaranya hadir di acara HUT Bhagavan Sri sathya sai Baba di Prashanthi Nilayam.  Agama yang benar adalah agama kemanusiaan. HUT Bhagavan adalah berkembangnya kesucian hati pada Bhakta. Saat Indonesia di landa berbagai macam bencana, di merapi , di wasior, dan di mentawai. Dimana Bhakta sai menyumbangakan bahan pangan dan pakaian, menyalurkan bantuan ke pengungsi di lereng gunung merapi. Badan ini adalah rumah tuhan, pancarkan prilaku seorang bhakta yang merupakan wujud kasih dari sai. Tidak perlu menjadi eksklusif dalam penampilan, tapi hati kita haruslah penuh dengan kasih. Bernyanyi penting. Dimana menyanyikan lagu dengan riang gembira, wajah akan memancarkan kebahagiaan.seperti cerita burung kutilang yang ringan ringan brenyanyi setiap pagi, tergoda oleh cacing yang dibawa oleh dua ekor tikus, dan akhirnya ketagihan, menukar bulu sayapnya dengan cacing. Hingga suatu ketika datang hujan petir dan bulunya telah habis ditukar dengan cacing. Dan baru ia menyesal. Kunci pendidikan adalah ibu. Pendidikan wanita adalah yang terhomat. Dimana di sebutkan di bhagavad gita, dimana wanita tidak dihormati, maka gnerasi muda akan jalang, dan ketikan generasi muda jalang, maka negaranya akan hancur. Mulai dari rumah didik anak-anak untuk sujud. Menghormati orang yang lebih tua. Aturan emas dalam dunia pendidikan hanya satu yaitu contoh dan teladan orang tua.
Acara selesai pukul 21.00 wita





Poto  lainnya lihat disini