Perayaan Hari Vijaya Dhasami
Dalam rangka perayaan Vijaya Dhasami yang jatuh pada hari ini tanggal 28 September, SSG Denpasar mengadakan upacara Agni Hotra di Parahyangan Sai Center Tegeh Kori.
Acara ini dilaksanakan oleh beberapa Hotri dan ditutup dengan Dharma Wacana dari Ketua SSG Denpasar tentang makna hari Vijaya Dhasami hari ini.
Seperti Kita ketahui Di India seperti halnya umat Hindu di Indonesia mengenal banyak hari-hari besar keagamaan atau hari raya yang seluruhnya dapat dibedakan menjadi tiga 3 kelompok , yaitu : Pertama, hari-hari pesta keagamaan (festivals) yang dilakukan dengan meriah, seperti Chitrra Purinima, Durgapuja atau Navaratri, Dipavali, Gayatri Japa, Guru Purnima. Holi , Makara Sankranti, Raksabandha, Vasanta Panchami dan lain-lain. Kedua, adalah hari peringatan kelahiran tokoh-tokoh suci yang disebut Jayanti atau Janmasthani seperti Ganesa Caturti, Gita Jayanti, Valmiki Jayanti, Hanuman Jayanti, Krisna Janmasthani, Sankara Jayanti, Ramanavami dan lain-lain dan ketiga adalah hari untuk melaksanakan Brata(Vrata) atau Upavasa(Puasa) misalnya Sivaratri, Satyanarayana Vrata, Vara Laksmi Vrata, Ekadasi dan lain-lain.
Durgapuja atau Navaratri disebut juga Dussera atau Dasahara jatuh pada tanggal 1 sampai dengan 10 paro terang bulan Aswasuja atau Asuji (September-Oktober) untuk memperingati kemenangan Dharma terhadap Adharma, Upacara ini adalah untuk menghormati kemengangan Sri Rama melawan Rawana yang disebut juga Dasamukha (berkepala sepuluh). Konon Sri Rama berhasil jaya oleh karena anugerah Dewi Durga, karena itu sebagian umat Hindu memuja -Nya pada hari ini sebagai Durgapuja. Versi lain menyebnutkan sebagai kemenangan Sri Kresna melawan raksasa Narakasura, Upacara yang berlangsung 10 hari, sembilan hari pertama disebut Vijaya Dasani. Hari raya yang disebut juga Dasahara ini mirip dengan Galungan dan Kuningan di Indonesia khususnya di Bali.
Di India pada puncaak perayaan, hari ke sepuluh ( Vijaya Dasami) sejak pagi hari umat telah melakukan sembahyang dirumah ditujukan kepada ketiga dewi tadi, didahului dengan pemnujaan kepada Ganesa dan diakhiri denan pemujaan kepada dewa Siva atau Istadevata lainya. Selesai pemujaan dilanjutkan denan Dhyana atau meditasi dan pembacaan kitab-kitab suci khusunnya Dewi Sukta dari Rgveda, Dewi Mahatya, Bhagavadgita, Upanisad, Brahmasutra atau kitab Ramayana. Umat pada umumnya sejak pagi ini mereka sudah mengucapkan Bhajan atau kidung-kidung memuja keagungan Tuhan.
Pada hari Vijaya Dhasami ini juga terjadi peristiwa penting dimana Shirdi Baba meninggalkan tubuh beliau seperti yang diwacanakan oleh Sathya Sai Baba pada perayaan Dasara pada 21-10-2007 :
“Vijaya Dasami adalah hari besar yang dirayakan oleh semuanya. Namun, hari ini mendatangkan kesedihan bagi sejumlah orang karena pada hari Vijaya Dasami inilah Avatar Shirdi Sai meninggalkan tubuh lama Beliau yang sudah lanjut usia. Tentu saja badan manusia ini hanya bersifat jasmani dan sementara“.








